Laser Nd:Yag

Home About Us Anchorage Bleaching Vit. C Blog Capit Lemak Contact FAQ Foto Alat Foto Pasien Guest Book Implant Biofibre Laser Nd:YAG Map Setrika Wajah(RF) Rekor Penurunan BB Slide Show Testimony V Thread Lift Filler

Laser Q-Switch Nd: Yag. Untuk menghilangkan tattoo, flek hitam( freckles, lentigo) dll

 

Indikasi Laser Q-Switch Nd YAG menghilangkan/mengurangi:

  • Tattoo  profesional dan dalam, kecuali tattoo hijau dan kuning. Tattoo alis/garis mata/garis bibir.
  • Flek hitam: freckles, lentigo, speckles, age-spots, sun-burn spots.
  • Tanda lahir spt nevus Ota, nevus Ito, nevus Becker,  nevus biru, keratosis seboroik, macula café-au-lait , nevi-spilus, junctional nevi.

 

 

  LASER  Q-Switch Nd YAG:

  • Umumnya dibutuhkan 1 – 8 kunjungan (sesi) untuk menghilangkan sebagian besar lesi, dengan interval 1-2 bulan antara sesi.
  • Lama pengerjaan tergantung luasnya lesi (kelainan), misal freckle beberapa menit, tapi tattoo sampai 30 menit.
  • Keropeng yang mungkin timbul dibiarkan jangan dikelupas,umumnya terlepas sendiri setelah 7 – 10 hari.
  • Tak akan merusak kulit normal dan tak ada luka parut.
  • Tidak ada rasa sakit dan tanpa perdarahan

 

 

 

LASER

  = Light Amplification by the Stimulated Emission of Radiation.

Nd:YAG  = singkatan dari neodymium: yttrium-aluminum-garnet (Y3Al5 O12)

Laser Q-Switch menciptakan pancaran mendadak yang singkat (short burst) dari cahaya melalui pengatur cahaya (optical shuttering) terdiri atas polarizer, menyebabkan terbentuknya photon energi tinggi dlm rongga optikal laser (‘optical cavity’), lalu melepaskan mereka dlm pancaran nanosecond intensitas tinggi yang singkat.

Laser Q-Switch Nd YAG menghasilkan tembakan sinar laser teramat singkat yang dengan khas mengincar  kromofor sasaran (yaitu melanosom dalam kasus lesi pigmentasi atau hemoglobin dalam kasus lesi pembuluh darah). Pulse duration dari laser ini khas dalam hitungan nanosecond, dan lebih pendek daripada thermal relaxation time (TRT) dari sasaran (melanosom), mengikuti teori fototermolisis selektif dari Anderson dan Parish dalam mengincar kromofor sasaran.

Teori fototermolisis selektif dari Anderson dan Parish menyatakan bahwa 1. sinar laser harus dari panjang gelombang yang diserap oleh kromofor sasaran dan bukan oleh struktur sekitarnya; 2. pulse duration harus sama atau kurang dari TRT kromofor sasaran sehingga panas terbatas pada sasaran untuk menghindari terjadinya kerusakan termal pada sekitarnya; 3.fluence yang cukup harus didigunakan untuk menghasilkan efek yang dikehendaki.

Penghancuran melanosom terjadi pada pulse duration antara 40 – 750 ns (nanosecond).

Laser ini juga menghasilkan efek fotoakoustik(energi tinggi diberikan dalam tempo sangat singkat, yang mengarah pada mengembangnya target secara cepat akibat panas, sehingga menghasilkan gelombang kejut dengan akibat meledaknya target).

Agar  treatment lesi vaskular efektif, laser harus menembus ke dalam pembuluh darah sasaran, disamping itu paparan sinar harus cukup lama untuk menyebabkan koagulasi-lambat pembuluh darah yang cukup. Makin besar pembuluh darah makin besar thermal relaxation time (TRT).

 Panjang gelombang yang lebih panjang dari  laser Q-switched Nd:YAG 1.064 nm paling cocok untuk treatment kulit lebih gelap (Asia) sebab meminimalkan resiko luka epidermal dan perubahan pigmentasi. Panjang gelombang 1.064 nm ini dengan lemah diserap oleh melanin epidermal dan memunyai penetrasi lebih dalam ke dalam dermis dan ideal untuk treatment tipe kulit Fitzpatrick 3 sampai 6. Treatment tipe kulit 4 sampai 6 merupakan tantangan karena resiko terjadinya hiperpigmentasi dan hipopigmentasi. Resiko tsb dapat diminimalkan dengan menggeser dari pemakaian laser dengan panjang gelombang lebih pendek ke laser dengan panjang gelombang lebih panjang, penggunaan fluence yang lebih rendah dan spot size besar, dan penggunaan tabir surya dan bleaching dalam fase preoperatif dan postoperatif.

Umumnya dibutuhkan 4 – 8 sesi untuk menghilangkan sebagian besar lesi, dengan interval 2-6 bulan antara sesi. Lesi akan berlanjut menghilang selama waktu ini, mungkin karena melanofag membersihkan melanin yang berasal dari melanosit sasaran. Kekambuhan dapat terjadi pada 0,6-1,2 % pasien yang lesinya sudah hilang sempurna, mungkin karena sisa melanosit yang awalnya tak mengandung cukup melanin untuk eradikasi. Antara panjang gelombang 630 dan 1.100 nm absorpsi sinar laser oleh melanin lebih kuat dari pada oleh hemoglobin,juga penetrasi laser ke dermis yang  efektif. Laser lebih baru mempunyai spot size lebih besar yang memungkinkan penetrasi lebih dalam, sehingga meminimalkan percikan jaringan (tissue splatter) dan mencegah perubahan tekstur .

 Laser Q-Switch Nd YAG (1064 nm, 5-10 ns) :

Keuntungan Laser Q-Switch Nd YAG (1064 nm, 5-10 ns) :

  • Pulse duration sangat pendek11 (= 5-10 ns), lebih kecil dp. TRT melanosome (> 1 msec.)  sehingga kerusakan pada jaringan sekitar dikurangi. (Dr. Ubeta A)
  • Spot size besar. Memungkinkan penetrasi dalam.
  • Panjang gelombang lebih panjang (1064 nm). Memungkinkan penetrasi dalam, dan ideal dalam mengobati kulit lebih gelap (Asia) karena absorbsi dalam melanin epidermal lemah, akibatnya mengurangi komplikasi dan skar.
  • Tembakan laser secara langsung (tanpa fiber optic). Menghasilkan titik panas ( hot spot) minimal dalam jaringan sehingga meminimalkan efek samping seperti terbakar, percikan  jaringan (tissue splatter), purpura.
  • Pada λ 1064 nm absorbsi oleh air mendekati nol sehingga kita dapat membakar pigmen dan hemoglobin tanpa memanaskan air dalam kulit sehingga kulit tak terbakar.

NB: λ 1064 nm masuk dalam spektrum inframerah.

 

Indikasi Laser Q-Switch Nd: YAG 1064 nm- menghilangkan/mengurangi:

  • Pigmen yang gelap: Tattoo hitam/ biru. Tattoo profesional dan dalam. Lentigo (lentigen), speckles, age-spots, sun-burn spots.
  • Tanda lahir spt nevus Ota, nevus Ito, nevus Becker,  nevus biru, keratosis seboroik, macula café-au-lait , nevi-spilus, junctional nevi.
  • Pigmen lebih dalam(dermis): lesi vascular kulit spt haemangioma, portwine stains, vena retikular periorbital, telangiectasia12. Vena spider vein biru lebih dalam s/d 3 mm.11
  • Non-ablative resurfacing(= photorejuvenation) wajah dan pengencangan jaringan. Memperbaiki kerut, pori besar, menghaluskan kulit. Tapi tak dianjurkan bagi orang Asia sebab terlalu banyak melanin sehingga menyebabkan hiperpigmentasi akibat terkenanya melanosom nontarget.                                                                                                                                                                      

Teknik.

  • Single pass
  • Overlap maksimum 10 %
  • Interval 1-6 bulan.

Frequency doubled Q-switched Nd:YAG laser (532 nm, 5–10 ns)

Dengan menempatkan kristal di jalur sorotan laser Nd:YAG  1064 nm, frekuensi menjadi 2 kali lipat [sedang λ menjadi ½ x 1.064= 532 nm. Ingat frekuensi (f) dan panjang gelombang (λ)berbanding terbalik. Dr Ubeta]. 

  • Frequency doubled Q-switched Nd:YAG adalah laser berpanjang gelombang terpendek yang kini dipakai untuk lesi pigmentasi.
  • Sangat baik untuk  lesi pigmentasi epidermal seperti lentigo (solar lentigines) dan ephelides.
  • Efektif  thd freckles dan lentigo (lentigines) pada tipe kulit Fitzpatrick  IV.
  • Tingkat kekambuhan freckles rendah, sedang lentigo tak kambuh.
  • Derajad  response thd laser pada λ 532 sebanding dg jumlah  pigment chromophore yang ada pada daerah treatment.
  • Jika fluence tinggi diberikan melalui spot size kecil, nampak hipopigmentasi,diikuti  bintik perdarahan (pinpoint bleeding) mengarah pada terjadinya keropeng hemoragik (hemorrhagic crust). Keropeng lepas dalam 7–10 hari.

Indikasi Laser Q-Switch Nd: YAG 532 nm- menghilangkan/mengurangi:

  • Tinta tattoo yang lebih terang: merah, coklat, orange. Tattoo alis/garis mata/garis bibir.  Yang sulit dihilangkan adalah warna hijau dan kuning.
  • Pigmen yang dangkal (epidermis): freckles (ephelid), solar lentigo.
  • Teleangiektasis.
  • Melasma dan lingkaran hitam mata dapat /dihilangkan dikurangi sebagian12.
  • Nevus flammus (red, brown, etc)
         

18573

Prinsip ciri Laser3:

  1. Monochromatic (1 panjang gelombang / 1 warna). Jadi IPL dan LHE bukan laser.
  2. Coherent (fase sama,  fase gelombang sinkron thd waktu dan ruang). Ini ciri terpenting.                                                  
  3. Collimated (sejajar).

Sebagian besar laser utk dermatology memancarkan high energy pulse (denyut gelombang energi tinggi) bukan sinar kontinyu.1

Mekanisme dari laser pada jaringan3. Jika laser mengenai jaringan dari udara, akan terjadi :

  • Refleksi dan scatter back
  • Transmisi ke dlm jaringan
  • Scattering didalam dan mungkin keluar jaringan
  • Absorpsi oleh jaringan antara titik scattering.

Scattering adalah perubahan arah dari cahaya tanpa perubahan panjang gelombang.

Absorpsi adalah konversi,dlm jaringan, dari berkas energi menjadi bentuk lain, spt panas.

Absorpsi merusak jaringan via 3 proses3:

  • 1. Photochemolysis:
    • Laser dg λ (panjang gelombang) dlm rentang UV
    • Memecahkan ikatan elektron antara atom dan molekul
    • Excimer laser, Xenon Chloride (308 nm), Argon Fluoride (193)
  • 2. Photothermolysis
    • Konversi dari laser ke panas dan akibatnya merusak jaringan target.
    • Koagulasi
    • Vaporisasi
    • Acoustic wave dan explosion
    • Sebagian besar laser ablatif (> 319 nm),Q-switch Nd:Yag  dan IPL, serta LHE.
  • 3. Photoplasmolysis:
    • Ultrashort pulse laser spt Nd:YAG
    • Mengionisasi atom dlm jaringan dan membentuk plasma (gas panas) yang meluas dg cepat menyebabkan gelombang kejut (shock wave) dan destruksi mekanis.

Absorpsi:

  •  
    • Air menyerap dg kuat λ 2.940 nm dan 10.600 nm.Air menyusun 75-85 % jaringan hidup.
    • Pigmen (bilirubin, melanin, hemoglobin, zanthophyll):   1. Melanin (193, 514, 633 nm).3 Melanin mempunyai sensitivitas tinggi dlm menyerap semua spektrum cahaya, termasuk cahaya terlihat, UV dan infra red.5                 

2. Hb (193, 514 nm)

  •  
    • Lemak dan Lipid (193, 2.940, 10.600 nm): terutama pada rentang UV dan Mid-Far Infrared. Masih terlalu dini.
    • Carbon: menyerap dg kuat semua λ
    • Pada orang Asia melanin sangat banyak sehingga banyak terjadi non target absorption. Untuk menghindari absorbsi oleh melanin, jika target kita adalah pembuluh darah, pada orang Asia sebaiknya digunakan panjang gelombang lebih panjang spt 1.064 nm.

Kedalaman penetrasi laser tergantung1:

  • panjang gelombang (λ):  λ↑→ penetrasi↑ 1 (misal penetrasi λ 1064 nm > penetrasi λ 532 nm)
  • absorbsi : absorbsi↑→ penetrasi↓
  • scattering (dipantulkan/disebarkan): ketebalan jaringan↑→ scattering↑2→ penetrasi ↓
  • spot size: exposure spot size ↑ → penetrasi ↑1 (penetrasi spot size  10 cm2 > spot size 4 mm2)

Faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis (λ) laser:

  • Kedalaman penetrasi.1
  • Power (Watt); makin besar watt alat makin baik3
  • Hasil yang ingin dicapai: resurfacing, menghilangkan freckle/keloid/teleangiectasi dsb.3 Resurfacing untuk remodeling kolagen dan menghilangkan teleangiektasis dengan membakar pembuluh darah di dermis  digunakan yang penetrasinya lebih dalam yaitu laser dengan λ lebih panjang (1.064 nm). Menghilangkan freckle(letak di epidermis) digunakan laser yang penetrasinya dangkal yaitu laser dengan λ lebih pendek (532 nm). (Dr. Ubeta A.)
  • Target /struktur yang dituju-chromophore atau kolagen/lemak/pembuluh darah (Dr Ubeta A). Chromophore target dalam kasus  lesi vaskular adalah hemoglobin dalam berbagai bentuknya.11 Chromophore target dalam kasus  lesi pigmentasi adalah melanosom.11
Untuk kelainan di epidermis (hiperpigmentasi spt freckle dsb) gunakan panjang gelombang pendek (515 nm). Jangan gunakan panjang gelombang panjang (1064 nm) sebab penetrasi terlalu dalam.3Untuk kelainan di kulit dalam dermis dan subkutis (pembuluh darah, kolagen dan lemak) gunakan panjang gelombang panjang (1064 nm) sebab untuk menghindarkan absorpsi oleh barrier pigmen- melanin (yang menyerap gelombang pendek) dan  butuh penetrasi lebih dalam. Absorpsi oleh target: kolagen/pembuluh darah tsb adalah efek yang diinginkan, tapi absorpsi sampingan oleh barrier melanin disini harus dihindari.3Struktur kulit berbeda mengabsorbsi panjang gelombang (warna) berbeda, sehingga digunakan panjang gelombang laser berbeda untuk `target` struktur berbeda.1Absorbsi sinar tampak (λ 400-700 nm) dalam kulit terutama oleh  chromophore yaitu melanin, Hb (hemoglobin) dan oxyHb, termasuk tinta tattoo. Gelombang terpendek cenderung terbanyak diabsorbsi (artinya paling merusak) permukaan kulit.2  Meningkatkan panjang gelombang tidak secara sebanding (proportionally) meningkatkan energi penetrasi ke lapisan epidermal-dalam dan dermal sebab makin dalam gelombang menembus kulit makin banyak energi gelombang yang disebarkan (scattering) sehingga membatasi efek terapetik dan destruksi dari panjang gelombang panjang tsb di bawah permukaan kulit.2

Absorpsi NIR (Near Infra Red spectrum, 700-1200 nm) terutama oleh air, sebab absorpsi oleh chromophore (melanin, Hb, OxyHB, tinta tattoo) terlemah sehingga penetrasi laser terdalam.

Definisi :Chromophore adalah kelompok bahan kimia yang menyerap cahaya pada frekuensi tertentu dan memberi warna pada sebuah molekul.

  

Laser dibagi 3 grup:

  1. Mengemisi(memancarkan) sinar tampak: dari sinar biru – merah.
  2. Mengemisi sinar inframerah:
    • inframerah (segala sesuatu yang memancarkan panas)
    • Nd:YAG ; CO2
  3. Mengemisi pulse sangat singkat dari sinar tampak atau infra merah: Q switched laser.7         Contoh Laser Q-Switch Nd YAG 
 

Q-switched:

 Alat yang menciptakan pancaran mendadak yang singkat (short burst) dari cahaya melalui pengatur cahaya (optical shuttering) terdiri atas polarizer, menyebabkan terbentuknya photon energi tinggi dlm rongga optikal laser (‘optical cavity’), lalu melepaskan mereka dlm pancaran nanosecond intensitas tinggi yang singkat.

Q-switched laser sangat baik utk pigmen.

Photoacoustic effect: energi tinggi diberikan dalam tempo sangat singkat, yang mengarah pada mengembangnya target secara cepat akibat panas, sehingga menghasilkan gelombang kejut dengan akibat meledaknya target.9

 

Indikasi Laser:

  • Resurfacing : jangan dilakukan pada orang Asia sebab jadi hitam.
  • Collagen stimulation
  • Pigment
  • Lesi Vaskular
  • Varicose vein
  • Hair removal
  • Acne treatment

Photoaging:

  1. Ablative Skin Resurfacing:

     Untuk photoageing berat:

Erbium/CO2 laser

Resiko hipopigmentasi dan scarring

  1. Non-Ablative Skin Resurfacing. Jangan dilakukan pada orang Asia.

      Untuk photoageing moderate sampai ringan:

IPL,LHE, RF dsb

Non-invasive dg down time minimal

Resiko perubahan pigmentasi dan scar lebih kecil.

 

Untuk menghancurkan pembuluh darah, digunakan laser dg panjang gelombang sesuai dg absorbsi maksimum dari Hb pada 577-585 nm7 [misal laser KTP (532 nm), pulsed dye (585-595 nm), dan  Nd:YAG (1064 nm)].

NB: Absorbsi maksimum Hb pada 400 nm, 590 nm dan 1450 nm (lihat grafik Absorption Spectrum).

Spektrum absorbsi melanin dari deep UV sampai sinar tampak dan infrared pada 300-700 nm.

Thermal Relaxation Time (TRT):
  • Waktu yang dibutuhkan utk melepaskan ½ panas yang didapat.
  • Waktu yang dibutuhkan jaringan utk mendingin.
  • Untuk meyakinkan kita tak terlalu memanaskan (overheat) jaringan sekitar.
  • TRT kulit 3-7 millisecond (msec). Jika menggunakan pulse duration < 1 msec, kita tak akan memanaskan kulit. Jika menggunakan pulse duration >7 msec, akan memanaskan kulit sebab kulit tak punya kesempatan mendingin dengan membuang ½ panasnya.
  • TRT pigmen dan darah > 1 msec. TRT epidermis 3-7 ms. TRT batang rambut 40-100 ms. Sehingga jika kita memberikan energi dalam bentuk IPL/ LHE ≥ 10 msec kita akan merusak dg memanaskan pigmen atau darah dan resiko membakar kulit sehingga perlu pendinginan kulit secara khusus (contact cooling).
  • Ditentukan oleh ukuran ukuran objek sasaran: struktur lebih besar lebih lambat mendingin (kehilangan panas) d.p. struktur kecil.
 

Laser Feature3:

Power

Power density

Panjang gelombang

Spot Size

Pulse duration (width)

 

Power :

  • diukur dengan Watt
  • Watt = joule/second
  • Joule = Watt x second
  • Alat dg Watt kecil butuh waktu lebih lama utk memberikan pulse agar mencapai joule yang sama, sehingga makin dekat ke TRT, akibatnya lebih mungkin menyebabkan terbakar (burning) pada kulit.
  • Anjuran : cari alat dg watt tinggi 18.000-2.000 Watt (untuk laser /IPL). LHE tak butuh Watt (Joule) tinggi sebab menggunakan energi panas yang menyertai.
  • Watt adalah kekuatan nyata bukan Joule.
 

Power Density

  • Power area
  • Watt x second (= Joule)
 

Panjang gelombang (λ).

Panjang Gelombang (λ) ,diukur dlm nanometer; 1 nm = 10-9 m:

  • Ablative Laser:

Erbium (2.940 nm)

CO2 (10.600 nm)

  • Nd:YAG (1.064 dan 1.320 nm)

. Ketika frekuensi digandakan (532 nm) (Q-switched)

  • IPL  500-1.200 nm.  IPL bukan laser sebab terdiri dari berbagai panjang gelombang. Merupakan alternatif thd laser utk mengobati lesi vaskular dan pigmen, kerut halus dan utk hair removal.
  • Colour Laser:
    1. Ruby (694 nm)
    2. Alexandrite (755 nm)
    3. Diode (810, 900, 980, 1450 nm)
  • Far Ultra Violet:  100-300 nm
  • Merah 650 nm, jingga 600 nm, kuning 580 nm, hijau 520 nm, biru 470 nm, nila (indigo) 440 nm, ungu (vioet) 410 nm.4
  • NIR (Near Infrared) Tak dpt merasakan panasnya. > 700-5.000 nm
  • Mid Infrared 5.000 nm-25.000 nm / 40.000 nm
  • Far infrared (Heat) : 25.000 nm/40.000 nm – 200.000nm/350.000 nm
  • Er:glass: 1.540 nm
  • PDL (Pulse Dye Laser): 585 nm dan 595 nm
 

WYSIWYG (What You See Is What You Get):

  • Cocok utk bedah akurat (tepat) dg kerusakan akibat panas minimal thd jaringan sekitar.
  • Laser CO2 pada 10.800 nm, Erbium:YAG pada 2.940 dan excimer.
  • Panjang gelombang > 2.500 nm
  • Ideal utk memotong dan ablasi
 

SYCUTE (Sometimes You Can Use Them Effectively):

  • Berguna utk penghancuran thermolytic selektif thd warna dari jaringan berpigmen.
  • Panjang gelombang harus dipilih utk absorpsi yang kuat dlm pigmen dari jaringan sasaran.
  • IPL/LHE, Ruby, Dye laser, Alexandrite.
  • Sebagian besar laser sinar tampak.
  • Ideal utk koagulasi.
 

WYDSCHY (What You Don`t See Can Hurt You):

  • Berguna utk menyebabkan thermal necrosis utk koagulasi pembuluh darah yang berdarah atau menghancurkan tumor ganas.
  • Tak berguna utk precise surgery (bedah akurat) dg kerusakan akibat panas minimal thd jaringan sekitar.
  • Punya scatter yang kuat dan terserap lemah pada jaringan sekitar (butuh pendinginan).
  • Panjang gelombang 625-1.400 nm
  • Neodymium:YAG 1.064 (= Nd:YAG)
  • Ideal utk koagulasi.
 

Spot size (area interaksi jaringan dari laser beam4 , diukur dlm mm):

   Focal spot diameter (millimeter)3

Utk erbium, CO2 dan Nd:YAG

Bukan utk cahaya. Bandingkan large spot: low power density ; small spot : high power density. Matahari = 100 Watt/cm2 .  Laser = 1 billion Watt/cm2

Nd: YAG (= Neodymium: Ytrium-Aluminium-Garnet (Y3Al5 O12)

 

Pulse Duration (Pulse Width 3 ; time of exposure4; msec):

  • Jika pulse width > 10 msec, lebih mungkin membakar kulit (terutama utk laser)
  • IPL tua hanya dpt menghasilkan  lebar pulse sempit dari 7 ms dan butuh membangun power via sederet short spike.
  • IPL lebih baru dpt menghasilkan single smooth wide pulse (> 100 msec), sehingga penting utk melindungi epidermis agar tak terbakar:
    1. Dilakukan dg contact cooling
    2. Kekuatan (power) lebih besar dpt diberikan jika wattage (jumlah watt) disebar pada waktu yang lama
    3. Power lebih besar = hasil lebih baik misal hair removal

Skin Protection:

  -2 faktor penting:

Wide smooth pulse (> 100 msec)

Good contact cooling (pendinginan kontak yang baik)- internal dari alat.

Fluence

  • Adalah energi yang diterima per unit area kulit
  • Intensitas energi
  • Joule/cm2
  • Skin refreshing kita mengarah pada 2,5-4 J/cm2
  • Skin resurfacing 5-10 J/cm2
  • Makin besar fluence makin beresiko membakar. Gunakan energi terkecil yang masih efektif spt pada LHE (3-10 J/cm2)

Spot size (=Head Size) (Ukuran head):

  • Menentukan area yang digarap (treated)
  • Spot size yang baik utk IPL > 7 cm2
  • Jika suatu IPL punya 80 Joule delivery:
    • Head size 10 cm2 berarti fluence = 80 J/10 cm2 = 8 J/cm2
    • Head size 2 cm2 berarti fluence = 80 J/2 cm2  = 40 J/cm2.
 

Selective Photothermolysis:

  • Pilih panjang gelombang utk sasaran yang dipilih.
  • Pulse width menentukan luasnya kerusakan → Pulse width harus < TRT pembuluh darah.
  • Absorbsi minimal di epidermis
  • Gelombang (photon) diabsorbsi oleh target (chromophore , air)
  • Target (birth mark, lentigo, efelid, tattoo) menjadi panas dan hancur3, tanpa merusak jaringan sekitar4.

Temperature:

  • Kerusakan sel terjadi pada ≥ 45o C.
  • Sebagian besar sel tahan suhu s/d 40o C
  • Fibroblst mati jika dipanasi 45o C selama 20 menit.atau 100o C selama 1 ms.

Parahnya kerusakan jaringan dipengaruhi oleh:

  • Fluence. Fluence ↑→ kerusakan↑
  • Pulse duration (exposure time): pulse duration ↑→ kerusakan↑
  • TRT (Thermal Relaxation Time): makin dekat pulse duration thd TRT↑→ kerusakan ↑

Delivery of Laser:

  • 308-2.200 nm

            Fibre-transmissible (optical fiber)

  • <308 dan  > 2.200 nm

            Butuh lengan artikulasi

 

Vascular Laser:

  • Nd :YAG
  • IPL dan LHE utk rentang panjang gelombang.
 

Filter: nm

420 blue light

515 pigmen

560 vascular & pigmen

590 vascular

640 vascular & hair

690 hair

755 dark skin hair

Untuk membakar target yang lebih dalam, jangan menggunakan gelombang pendek (515 nm) terutama pada orang Asia sebab akan diserap oleh barrier (pigmen) terlebih dahulu menyebabkan burning (hiperpigmentasi). Resurfacing sebaiknya tak dilakukan pada kulit orang Asia sebab akan hitam.

Spektrum Absorbsi:

  • Titik puncak absorbsi pada sasaran pada panjang gelombang spesifik.
  • Misal darah (Hb) mempunyai puncak absorbsi pada panjang gelombang 400 nm, 590 nm dan 1450 nm.
  • Air punya puncak absorbsi pada >1450 nm. Air menyerap dg kuat λ 2.940 nm dan 10.600 nm
  • Pada 1064 nm air punya absorbsi hampir “nol” sehingga kita dapat memanaskan darah (Hb) dan pigmen (melanin) tanpa memanaskan air dalam kulit ----> kulit tak terbakar.
  • Melanin punya puncak absorsi pada panjang gelombang pendek < 600 nm
 Teori Fototermolisis selektif dari Anderson dan Parish:9,11Target dapat dihancurkan secara selektif dengan menggunakan panjang gelombang, pulse duration dan energi gelombang yang sesuai.11
  •  Sinar laser yang digunakan harus dengan  panjang gelombang yang diserap baik oleh chromophore target dan bukan oleh struktur sekitar.9
  • Pulse duration harus ≤ TRT (thermal relaxation time) dari target sehingga panas terbatas pada target, shg mencegah kerusakan sekitar akibat panas.9
  • Fluence yang cukup harus digunakan agar mencapai efek yang diinginkan.9
Laser untuk lesi  pigmentasi misal laser Q-switched , dengan pulse durations lebih pendek dp  thermal relaxation time (TRT) melanosome, mengikuti teori  selective photothermolysis dalam membakar lesi  pigmentasi. Penghancuran melanosome terjadi pada pulse duration antara 40 dan 750 ns (nanoseconds).9

Efektivitas laser yang digunakan untuk  treatment  pigmentasi kulit tergantung pada letak pigmen

(epidermal, dermal atau campuran), cara pigmen terbungkus (intrasel atau extrasel) dan sifat pigmen (melanin, atau tinta tattoo).

Photoacoustic effect: energi tinggi diberikan dalam tempo sangat singkat, yang mengarah pada mengembangnya target secara cepat akibat panas, sehingga menghasilkan gelombang kejut dengan akibat meledaknya target.9

Panjang gelombang yang lebih panjang  dari Q-switched Nd:YAG laser pada λ 1064 nm adalah paling cocok untuk  treatment tipe kulit lebih gelap (Asia; Fitzpatrick 4, 5, dan 6) sebab meminimalkan resiko kerusakan  epidermal dan perubahan  pigmentasi (hiper- atau hipo-pigmentasi). Panjang gelombang yang lebih panjang ini diserap dengan lemah oleh melanin epidermal dan  penetrasi yang lebih dalam ke dalam dermis dan ideal untuk treatment tipe kulit Fitzpatrick 3 s/d 6. Laser lebih baru punya  spot size lebih besar,yang mengakibatkan penetrasi lebih dalam, sehingga meminimalkan pecahnya (splatter) jaringan dan mencegah perubahan tekstural. Treatment  tipe kulit 4, 5, and 6 adalah tantangan karena resiko post-op (hiperpigmentasi dan hipopigmentasi).

Meminimalkan resiko post-op (hiperpigmentasi dan hipopigmentasi):

  • Menggeser dari pemakaian laser λ (panjang gelombang) lebih pendek ke  laser dengan λ  lebih panjang.
  • Memakai spot sizes lebih besar dengan fluence lebih rendah.
  • Memakai sunscreens dan bleaching dalam fase preoperative dan postoperative.

Rata-rata dibutuhkan  4 s/d 8 sesi untuk menghilangkan sebagian besar lesi, dengan interval antara   2 s/d 6 bulan antara sesi. Lesi akan berlanjut menghilang selama  saat ini, mungkin karena melanofag membersihkan  melanin dari melanosit yang menjadi target terdahulu.

Pigmentasi dapat kambuh pada pasien dengan  bersih komplit setelah treatment laser. Resiko kekambuhan diperkirakan antara 0.6% dan 1.2%. Ini terutama penting pada anak dengan nevus Ota, sebab treatment dini merupakan praktik standard. Kekambuhan mungkin karena  melanosit sisa (residual) yang mula-mula tak punya  melanin cukup untuk diberantas.9
Komplikasi: hipopigmentasi (15%), hiperpigmentasi (3%); dan perubahan  tekstural (3%), skar (2%), terbakar, jaringan terpisah(tissue splatter), purpura.

HPI (Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi) sementara terutama terjadi jika digunakan fluence lebih tinggi(7-8.5 J/cm 2) dan spot size lebih kecil (2 mm).

Hipopigmentasi mungkin akibat penggunaan fluence sangat tinggi, atau akibat digunakan λ lebih pendek (694 nm dan 755 nm).

 Nd:YAG laser butuh sesi lebih banyak utk mencapai pengurangan 50% d.p. laser ruby.

 

 

 

 

  1. Kee Lee Tan, What you Need to Know about Laser, Hotel Mulia, 13 juli 2006.
  2. Amaranila Lalita Drijono, Pengenalan Laser dalam Kosmetik Dermatologi ; dalam: Pelatihan Kosmetik Medik RS Tk II Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya, Jakarta 2004
  3. LHE Clinical Overview.
  4. Kee Lee Tan, Laser for Asian Skin. Hotel Borobudur 2008
  5. Hands on Training penggunaan Fractional Er: Glass Laser - Sellas®, Carla, Jakarta. 11-1-2009

 ISML TYPE="counter" OPTION=graphic_7seg

<ISML TYPE="counter" OPTION=graphic_odometer>